• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
  2. Katalog
  3. Bandar Sibolga di Pantai Barat Sumatera pada abad ke-19 samp...
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Bandar Sibolga di Pantai Barat Sumatera pada abad ke-19 sampai pertengahan abad ke-20

Mhd., Nur

Dalam kesenian pesisir Teluk Tapian Nauli Sikambang, terselip bait pantun yang mengingatkan bahwa bandar Sibolga didirikan oleh para pekerja yang terdiri dari orang rantai yang sedang menjalani hukuman dari pemerintah Hindia Belanda. Sikambang adalah seni khas daerah pesisir Tapian Nauli yang terdiri dari seni tari yang diiringi dengan nyanyian. Di antara sampiran dan isi pantun tersebut ada bait yang berbunyi sebagai berikut: “Sibolga jolong basusuk; Banda digali orang rantai; Jangan manyasa tuan bisuk; Kami anak dagang sansai” (Sibolga mula-mula memiliki sungai atau bandar buatan; Bandar digali orang rantai; Jangan menyesal tuan besok; Kami anak dagang sansai atau menderita). Isi pantun itu menyatakan penderitaan orang yang sedang merantau, tetapi sampirannya menjelaskan pula bahwa pada mulanya bandar Sibolga didirikan dengan menggali parit yang dikerjakan oleh para hukuman dalam kondisi terikat dengan rantai.
Bandar Sibolga menjadi tempat pusat perdagangan yang selalu dikunjungi perahu dagang tradisional dan kapal moderen, seperti kapal api, kapal motor, kapal layar, dan kapal pemerintah Hindia Belanda. Selain berdagang dengan sesama penduduk sepanjang pantai barat, penduduk Sibolga juga berdagang dengan saudagar asing, terutama dengan pedagang Gujarat dan Arab. Oleh sebab itu setiap pedagang di kawasan itu mengenal Sibolga sebagai bandar dagang. Mereka mengenal bandar itu baik melalui cerita para saudagar yang berdagang langsung ke sana. Sambil menjual barang dagangan, mereka juga membeli barang kebutuhan lainnya untuk dijual kembali di tempat asal. Akan tetapi kegiatan perdagangan di Bandar Sibolga pada pertengahan abad ke-20 mulai menurun karena perannya digantikan oleh bandar lain, seperti Emmahaven dan Belawan. Pada tahun 1892 bandar Padang (Emmahaven) telah selesai dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda. Begitu juga halnya pada tahun 1922 bandar Belawan di pantai timur Sumatera telah semakin berfungsi untuk mengekspor barang komoditi dari perkebunan Deli dan sekitarnya. Dengan demikian semua kegiatan perdagangan dan pengapalan barang yang biasanya dilakukan di bandar Sibolga diambil alih oleh kedua bandar tersebut.
Detail Information
Publisher
Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat
Tahun
2015
Bahasa
en
Last Updated
2019-02-26T02:14:47Z
Subjects / Keywords
Siswa Penelitian Sejarah Indonesia Warisan budaya Buku Sekolah
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 1.849
Online: 1.839 Onsite: 10
Bulan ini 38.294
Online: 37.905 Onsite: 389
Total 71.387
Online: 64.203 Onsite: 7.184

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar