Abdul Hamid Petta Ponggawae: profil panglima yang pantang penyerah
Amir, Muhammad
Abdul Hamid adalah putra Raja Bone La Pawawoi Karaeng sigeri dari hasil perkawinannya dengan I Karimbo Daeng Tamene, putri Arung Mengempang (Barru). Sebagai anak pattola bukan hanya dapat diangkat menjadi mangkau (raja) di Kerajaan Bone, tetapi juga sebagai arung (raja) di Kerajaan Barru ' Perlawanan Abdul Hamid Petta Ponggawae dalam menentang kekuasaan pemerintah Belanda, dilatari oleh akumulasi dari Pertentangan -Pertentangan antara Bone dengan Belanda. Mencapai puncaknya ketika Belanda bermaksud menguasai secara langsung Bone. Terjadi pertempuran antara pasukan Belanda dan pasukan Kerajaan Bone.Pasukan Kerajaan Bone terdesak. Pasukan Belanda melakukan pengejaran terhadap raja Bone, akhirnya berhasil mengepung Raja Bone La Pawawoi Karaeng Segeri bersama pengawalnya di Pegunungan Awo (TanaToraja) padar 8 November 1go5. Pada pertempuran tersebut, Abdul Hamid Pettaponggawae gugur bersama puluhan laskar Bone. sementara raja Bone*.ditangkap kemudian diasingkan ke Bandung oleh pemerintah Belanda.
Detail Information
- Publisher
- Pustaka Refleksi / Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-02-01T02:45:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah