Mengenal permukiman dan rumah tengger berdasarkan sistem kepercayaan
Lelono, T.M. Hari; Taniardi, Putri Novita
Jawa, sebuah pulau yang padat penduduknya di Indonesia dihuni oleh beberapa J suku-suku, di antaranya yang menjadi icon mulai dari Jawa Barat, Suku Badui dan Suku Naga; di Jawa Tengah, Suku Samin; Jawa Timur, Suku Tengger dan Osing (Banyuwangi). Kebanyakan suku-suku tersebut hidup di daerah pegunungan dengan kearifan lokal memanfaatkan alam lingkungan dalam sendi-sendi kehidupan yang syarat dengan tradisi. Siapakah yang tidak mengenal Suku Tengger yang menetap di daerah pegunungan? Suku gunung ini hidup harmoni sejak berabad lampau dengan lingkungan Pegunungan Bromo yang terjal, tetapi penuh pesona lingkungan alamnya. Sebuah mitos dan kepercayaan diyakini sebagai leluhur Tengger, kisah 'Loro Anteng' (Teng) dan 'Joko Seger' (Ger) yang kemudian menjadi nama “Tengger” merupakan unsur utama dalam sistem kepercayaan di kemudian hari. Lingkungan pegunungan vulkanik Bromo yang khas sebagai permukiman Suku Tengger, meliputi empat (4) wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan. Beberapa desa, menarik untuk diketahui tentang bentuk permukiman, rumah tinggal dan salah satu tradisi kolektif dilakukan setahun sekali, semakin menunjukkan unsur-unsur kepercayaan asli Jawa/Indonesia. Buku dalam format buku ini, disusun dengan maksud memberikan informasi dan pengetahuan tentang tradisi asli Tengger, masa pengaruh Hindu, sampai masa kini. Isi buku dikelompokkan ke dalam lima (5) topik, yaitu: (1) Latar Kepercayaan Suku Tengger, (2) Tinggalan Candi Satu-satunya di Lereng Bromo, (3) Tata Ruang Permukiman dan Bentuk Rumah, (4) Beberapa Upacara Penting, dan (5) Identitas Bangsa. Buku Tengger diharapkan dapat menambah pengetahuan para pembaca, khususnya memperoleh informasi tentang kearifan lokal, tinggalan budaya dan tradisi yang tetap berlangsung dalam perspektif aneka ragam budaya Nusantara. 'Ke-aneka ragaman' tentunya dapat memperkokoh kesatuan dan persatuan Indonesia Raya, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan sekedar slogan, tetapi merupakan “Jiwa dan Roh nan Abadi” Bangsa Indonesia.
Detail Information
- Publisher
- Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta
- Tahun
- 2019
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-01-10T08:00:27Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah