Berita INOVASI edisi V Oktober-Desember 2018
INOVASI, INOVASI
Informasi terkini seputar Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia dalam meningkatkan mutu pendidikan. Bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, INOVASI berupaya menemukan cara-cara yang terbukti berhasil (dan tidak berhasil) dalam meningkatkan hasil pembelajaran literasi dan numerasi siswa Indonesia di jenjang SD dan MI Oktober-Desember 2018
Selama enam bulan terakhir, berbagai rangkaian kegiatan dari program rintisan INOVASI berlangsung di seluruh 17 kabupaten mitra, termasuk di lima kabupaten baru di Jawa Timur. Dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas awal (SD/MI), program-program rintisan INOVASI dilaksanakan dengan fokus yang berbeda-beda. Fokus tersebut meliputi literasi, numerasi, instruksi multibahasa, kepemimpinan sekolah, pengajaran kelas rangkap, pendidikan inklusif, pelibatan masyarakat di sekolah, dan pendidikan tanggap darurat (pasca gempa Lombok).
Memetik pelajaran dari pelaksanaan program rintisan Guru BAIK (Belajar – Aspiratif – Inklusif – Kontekstual) dan kegiatan-kegiatan pra-rintisan di NTB, NTT, dan Kalimantan Utara, kini pendekatan program pun menjadi lebih teknis dengan mengadopsi model pelatihan dasar atau short course yang dilaksanakan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). Pendekatan ini juga selaras dengan model pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) bagi guru dan tenaga kependidikan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan juga Kementerian Agama, sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu guru dan tenaga kependidikan.
Selama enam bulan terakhir, berbagai rangkaian kegiatan dari program rintisan INOVASI berlangsung di seluruh 17 kabupaten mitra, termasuk di lima kabupaten baru di Jawa Timur. Dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas awal (SD/MI), program-program rintisan INOVASI dilaksanakan dengan fokus yang berbeda-beda. Fokus tersebut meliputi literasi, numerasi, instruksi multibahasa, kepemimpinan sekolah, pengajaran kelas rangkap, pendidikan inklusif, pelibatan masyarakat di sekolah, dan pendidikan tanggap darurat (pasca gempa Lombok).
Memetik pelajaran dari pelaksanaan program rintisan Guru BAIK (Belajar – Aspiratif – Inklusif – Kontekstual) dan kegiatan-kegiatan pra-rintisan di NTB, NTT, dan Kalimantan Utara, kini pendekatan program pun menjadi lebih teknis dengan mengadopsi model pelatihan dasar atau short course yang dilaksanakan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). Pendekatan ini juga selaras dengan model pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) bagi guru dan tenaga kependidikan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan juga Kementerian Agama, sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu guru dan tenaga kependidikan.
Detail Information
- Publisher
- Badan Penelitian dan Pengembangan
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-01-21T04:09:23Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah