Ayo bermain
Wahyuni, Dessy
Permainan tradisional mulai ditinggalkan.
Anak-anak kini lebih memilih permainan yang
berbau teknologi, seperti permainan video (video
game), baik secara daring maupun luring. Sayangnya,
permainan canggih ini banyak memberikan dampak
negatif bagi anak.
Sebelum permainan tersebut berkembang pesat,
terdapat banyak permainan tradisional yang digemari
anak-anak pada zamannya. Setiap permainan
tradisional itu menyisipkan nilai-nilai positif yang
dapat membangun karakter anak. Pada umumnya
permainan tradisional melatih anak bersosialisasi
dengan lingkungannya. Permainan tradisional juga
melatih ketangkasan motorik anak.
Anak-anak kini lebih memilih permainan yang
berbau teknologi, seperti permainan video (video
game), baik secara daring maupun luring. Sayangnya,
permainan canggih ini banyak memberikan dampak
negatif bagi anak.
Sebelum permainan tersebut berkembang pesat,
terdapat banyak permainan tradisional yang digemari
anak-anak pada zamannya. Setiap permainan
tradisional itu menyisipkan nilai-nilai positif yang
dapat membangun karakter anak. Pada umumnya
permainan tradisional melatih anak bersosialisasi
dengan lingkungannya. Permainan tradisional juga
melatih ketangkasan motorik anak.
Detail Information
- Publisher
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-04-23T02:11:11Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah