Bahan ajar diklat kepemimpinan tingkat III : agenda inovasi - budaya kerja dalam efektifitas kepemimpinan
Suprapti, Wahyu
Pembelajaran dalam Diklatpim terdiri atas lima agenda yaitu Agenda Self Mastery, Agenda Diagnosa Perubahan, Agenda Inovasi, Agenda Membangun Tim Efektif dan Agenda Proyek Perubahan. Setiap agenda terdiri dari beberapa mata diklat yang berbentuk bahan ajar. Bahan ajar Diklatpim merupakan acuan minimal bagi para pengajar dalam menumbuh kembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta Diklatpim terkait dengan isi dari bahan ajar yang sesuai agenda dalam pedoman Diklatpim. Oleh karena bahan ajar ini merupakan produk yang dinamis, maka para pengajar dapat meningkatkan pengembangan inovasi dan kreativitasnya dalam mentransfer isi bahan ajar ini kepada peserta Diklatpim. Selain itu, peserta Diklatpim dituntut kritis untuk menelaah isi dari bahan ajar Diklatpim ini. Sehingga apa yang diharapkan penulis, yaitu pemahaman secara keseluruhan dan kemanfaatan dari bahan ajar ini tercapai.
Pemimpin perlu memahami kompetensi Sumberdaya manusia yang ada dalam organisasinya. Kompetensi tersebut meliputi pengerahuan, ketrampilan dan sikap periakunya. Setiap individu memiliki perilaku berbeda, salah satu yang mempengaruhi adalah faktor budaya. Individu-individu dalam suatu organisasi berasal dari latar belakang, pendidikan, adat istiadat, warna kulit, pola pikir, motivasi dan keyakinan yang berbeda-beda. Secara tidak disadari, mereka membawa kebiasaan dan budaya yang berbeda-beda pula. Kebiasaan atau budaya yang dibawa ke tempat kerja (yang baik dan yang buruk) perlu dipilah. Nilai-nilai yang baik tersebut disatukan dalam apa yang disebut sebagai budaya kerja.
Pemimpin perlu memahami kompetensi Sumberdaya manusia yang ada dalam organisasinya. Kompetensi tersebut meliputi pengerahuan, ketrampilan dan sikap periakunya. Setiap individu memiliki perilaku berbeda, salah satu yang mempengaruhi adalah faktor budaya. Individu-individu dalam suatu organisasi berasal dari latar belakang, pendidikan, adat istiadat, warna kulit, pola pikir, motivasi dan keyakinan yang berbeda-beda. Secara tidak disadari, mereka membawa kebiasaan dan budaya yang berbeda-beda pula. Kebiasaan atau budaya yang dibawa ke tempat kerja (yang baik dan yang buruk) perlu dipilah. Nilai-nilai yang baik tersebut disatukan dalam apa yang disebut sebagai budaya kerja.
Detail Information
- Publisher
- Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-04-28T22:54:24Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah