Pengembangan program pembelajaran softskill anak usia dini melalui metode proyek di daerah marginal
Kemendikbud, BP-PAUD dan Dikmas Sulawesi Selatan
Tujuan pembelajaran harus mampu memberikan pemecahan masalah yang terjadi dalam masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Harapan yang besar terhadap pendidikan anak usia dini itulah yang menjadikan tantangan PAUD untuk berperan penting dalam meningkatkan sumber daya manusia sejak dini. Salah satu peran yang dapat dilakukan adalah melalui pembelajaran yang berbasis Softskill anak usia dini. Softskill pada anak usia dini dapat dilaksanakan melalui pembiasaan agar mampu menolong diri sendiri (mandiri), disiplin, mampu bersosialisasi dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. Mengacu pada uraian di atas, maka dianggap perlu memberikan pendidikan Softskill pada anak sejak dini.
Program pembelajaran softskill adalah pembelajaran yang mengarahkan anak untuk mangelola hidup agar anak mampu mengurus diri sendiri (self help) dan kemudian mampu menolong orang lain (social skill) sebagai suatu bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosialnya sebagai salah satu anggota keluarga dan masyarakat. Keterampilan hidup yang dimaksudkan disini adalah yang berhubungan dengan aspek pertumbuhan dan perkembangan anak. Model ini menggunakan metode proyek dalam pembelajarannya yang mana memusatkan anak sebagai subjek pembelajaran, memberi peluang pada anak untuk belajar dan memahami sesuatu dengan cara belajarnya sendiri, mengutamakan perbedaan irama perkembangan pada masing-masing anak, dan dalam proses pembelajarannya, guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator untuk anak. Evaluasi terhadap perkembangan anak usia dini berbeda dengan jenjang pendidikan selanjutnya.
Evaluasi pada anak usia dini tidak dalam bentuk tes seperti tes pada umumnya. Evaluasi pada pada kegiatan ini adalah melalui teknik observasi berupa catatan anekdot maupun ceklis. Guru membuat format observasi untuk mengukur indikator softskill yang muncul atau dapat muncul pada anak saat pembelajaran berlangsung dan indikator efektivitas pembelajaran proyek.
Program pembelajaran softskill adalah pembelajaran yang mengarahkan anak untuk mangelola hidup agar anak mampu mengurus diri sendiri (self help) dan kemudian mampu menolong orang lain (social skill) sebagai suatu bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosialnya sebagai salah satu anggota keluarga dan masyarakat. Keterampilan hidup yang dimaksudkan disini adalah yang berhubungan dengan aspek pertumbuhan dan perkembangan anak. Model ini menggunakan metode proyek dalam pembelajarannya yang mana memusatkan anak sebagai subjek pembelajaran, memberi peluang pada anak untuk belajar dan memahami sesuatu dengan cara belajarnya sendiri, mengutamakan perbedaan irama perkembangan pada masing-masing anak, dan dalam proses pembelajarannya, guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator untuk anak. Evaluasi terhadap perkembangan anak usia dini berbeda dengan jenjang pendidikan selanjutnya.
Evaluasi pada anak usia dini tidak dalam bentuk tes seperti tes pada umumnya. Evaluasi pada pada kegiatan ini adalah melalui teknik observasi berupa catatan anekdot maupun ceklis. Guru membuat format observasi untuk mengukur indikator softskill yang muncul atau dapat muncul pada anak saat pembelajaran berlangsung dan indikator efektivitas pembelajaran proyek.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Sulawesi Selatan
- Tahun
- 2013
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-01-08T14:03:24Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah