Sahabat keluarga edisi 12 tahun keempat Desember 2019
Iskandar, Harris; Sukiman, Sukiman; Suryaman, E. Dede; Kusumahani, Nike; Restuningsih, Kurniati; Sudjana, Hendra; Jatnika, Yanuar
Kunci pendidikan itu ada di dua ruang. Pertama di ruang kelas antara guru dan murid. Kedua, di rumah antara orangtua dengan anak. Teknologi tidak akan mungkin menggantikan koneksi di dua ruang itu. Sebab pembelajaran yang terbaik itu terjadi bila ada koneksi batin.
”Pembelajaran yang terbaik bukan seberapa banyak informasi
yang guru berikan pada siswa, tapi pada proses pembelajaran
dimana ada koneksi kebatinan yang kuat. Karena dari situlah akan
timbul rasa percaya atau trust. Baru dari situlah anak bisa belajar.”
Itu salah satu cuplikan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mas Nadiem Makarim, pada rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, 6 November 2019 lalu.Pada cuplikan lain, dikatakan Nadiem, walaupun Kemendikbud itu bertugas menjaga kualitas mutu pendidikan, tapi kalau peran orangtua dan masyarakat dalam pendidikan karakter diabaikan, perubahan yang diharapkan tidak akan tercapai. ”Jadi salah satu yang akan saya galakkan sebagai Mendikbud adalah bagaimana
pendidikan karakter itu langsung pada masyarakat melalui kontenkonten kekinian yang spesifik dan tangible(NyataRed) agar masyarakat juga bisa mengerti, apa itu moralitas, apa itu psychosociety, apa itu akhlak, dengan contohcontoh yang nyata, bukan filosofis,” tegasnya.
”Pembelajaran yang terbaik bukan seberapa banyak informasi
yang guru berikan pada siswa, tapi pada proses pembelajaran
dimana ada koneksi kebatinan yang kuat. Karena dari situlah akan
timbul rasa percaya atau trust. Baru dari situlah anak bisa belajar.”
Itu salah satu cuplikan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mas Nadiem Makarim, pada rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, 6 November 2019 lalu.Pada cuplikan lain, dikatakan Nadiem, walaupun Kemendikbud itu bertugas menjaga kualitas mutu pendidikan, tapi kalau peran orangtua dan masyarakat dalam pendidikan karakter diabaikan, perubahan yang diharapkan tidak akan tercapai. ”Jadi salah satu yang akan saya galakkan sebagai Mendikbud adalah bagaimana
pendidikan karakter itu langsung pada masyarakat melalui kontenkonten kekinian yang spesifik dan tangible(NyataRed) agar masyarakat juga bisa mengerti, apa itu moralitas, apa itu psychosociety, apa itu akhlak, dengan contohcontoh yang nyata, bukan filosofis,” tegasnya.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
- Tahun
- 2019
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-07-30T23:56:36Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah