Laporan Vitalitas Bahasa Etnis Pendatang di Lamere (Bugis) Tahun 2017
Wijayatiningsih, Yenni Febtaria; Kasman, Kasman; Husnan, Lalu Erwan; Hakim, Lukmanul
Laporan tentang Vitalisasi Bahasa Bugis di Lamere, Kabupaten Bima belum pernah dilakukan. Penelitian Vitalisasi Bahasa Bugis di Lamere, Kabupaten Bima dilakukan secara komprehensif dan mendalam, baik mengenai persoalan kebahasaan secara umum maupun mengenai persoalan mengenai transfer serta pengajaran bahasa tersebut. Penelitian ini merupakan titik pijak dari serangkaian kegiatan penelitian kelompok Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat tahun 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status vitalitas bahasa Bugis yang digunakan di Lamere dan menggambarkan persentasi status vitalisasi bahasa Bugis pada tiga generasi yaitu generasi usia 18-35 tahun, generasi usia 36-59 tahun, dan generasi usia di atas 60 tahun.
Metode yang digunakan adalah kuantitatif yang mengaitkan ciri sosial responden dengan pendapat atau justifikasi terhadap sejumlah parameter yaitu Transfer Bahasa, Ranah Penggunaan Bahasa, Respon terhdap Media Baru, Sikap dan Kebijakan Pemerintah dalam Lembaga Kebahasaan dan Pendidikan, Sikap Bahasa dan Dokumentasi Kebahasaan.
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh rata-rata skor jawaban responden kelompok usia 18-35 tahun untuk pernyataan-pernyataan dalam instrumen vitalitas bahasa adalah 186,31. Hal ini menunjukkan bahwa vitalitas bahasa Sasak untuk kelompok usia 18-35 tahun termasuk dalam kategori Kuat (KT). Rata-rata skor jawaban skor jawaban responden kelompok usia 36-59 tahun untuk pernyataan-pernyataan dalam instrumen vitalitas bahasa adalah 190. Hasil ini menunjukan bahwa vitalitas bahasa Bugis untuk responden kelompok usia 36-59 tahun termasuk dalam Kategori Kuat (KT). Dan untuk kelompok usia 60 tahun ke atas pernyataan-pernyataan dalam insturmen vitalitas bahasa adalah 200,46 yang juga dalam kategori Kuat (KT)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status vitalitas bahasa Bugis yang digunakan di Lamere dan menggambarkan persentasi status vitalisasi bahasa Bugis pada tiga generasi yaitu generasi usia 18-35 tahun, generasi usia 36-59 tahun, dan generasi usia di atas 60 tahun.
Metode yang digunakan adalah kuantitatif yang mengaitkan ciri sosial responden dengan pendapat atau justifikasi terhadap sejumlah parameter yaitu Transfer Bahasa, Ranah Penggunaan Bahasa, Respon terhdap Media Baru, Sikap dan Kebijakan Pemerintah dalam Lembaga Kebahasaan dan Pendidikan, Sikap Bahasa dan Dokumentasi Kebahasaan.
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh rata-rata skor jawaban responden kelompok usia 18-35 tahun untuk pernyataan-pernyataan dalam instrumen vitalitas bahasa adalah 186,31. Hal ini menunjukkan bahwa vitalitas bahasa Sasak untuk kelompok usia 18-35 tahun termasuk dalam kategori Kuat (KT). Rata-rata skor jawaban skor jawaban responden kelompok usia 36-59 tahun untuk pernyataan-pernyataan dalam instrumen vitalitas bahasa adalah 190. Hasil ini menunjukan bahwa vitalitas bahasa Bugis untuk responden kelompok usia 36-59 tahun termasuk dalam Kategori Kuat (KT). Dan untuk kelompok usia 60 tahun ke atas pernyataan-pernyataan dalam insturmen vitalitas bahasa adalah 200,46 yang juga dalam kategori Kuat (KT)
Detail Information
- Publisher
- Kantor Bahasa Provinsi NTB
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-02-01T23:39:24Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah