• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
  2. Katalog
  3. Bahan belajar penguatan pendidikan karakter melalui Kegiatan...
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Bahan belajar penguatan pendidikan karakter melalui Kegiatan Pembiasaan pada Pembelajaran Keterampilan Membatik di LKP

Salbiah, Salbiah; Helmy, Willy; Sudarmanto, Eko

Batik saat ini sudah sangat digemari oleh banyak orang, di Indonesia bahkan hingga ke Negara lain di dunia. Motifnya terus dikembangkan dan kreativitas busana pun semakin beragam. Pada tanggal 2 Oktober 2009 yang lalu UNESCO telah menetapkan Batik Indonesia sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bedawi (masterpieces of the oral and intangible heritage of humanity). Kesenian batik itu sendiri sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan sejak zaman itu batik dikenalkan hingga berlanjut ke generasi-generasi berikutnya. Sejarahnya, bahwa teknik membatik itu telah dikenalkan dari India pada abad ke-6. Dan pada zaman raja-raja dahulu terutama budaya Jawa seperti keraton Yogyakarta dan Surakarta, motif batik hanya digunakan khusus kalangan keluarga kerajaan saja. Kemudian pengikut kerajaan yang tinggal di luar keraton ikut membatik dengan bahan pewarna tumbuh-tumbuhan seperti dari pohon soga, nila, mengkudu, tinggi dan soda abu, juga tanah lumpur sebagai garamnya. Batik Indonesia dikenal dari Solo, Yogyakarta, Pekalongan dan Cirebon.
Pada zaman sekarang ini, kerterampilan membatik dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga. Baru-baru ini keterampilan membatik telah dilaksanakan oleh para ibu-ibu di Depok. Dalam rangka menyongsong hari kebangkitan nasional yang ke 103 tahun ini, sejumlah ibu-ibu rumah tangga bergabung dalam PKK Kelurahan Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok menggelar pelatihan membatik dalam program keterampilan Kelompok Kerja 2. Pelatihan tersebut telah dimulai sejak tanggal 18 Mei 2011 yang lalu. Agar pelatihan bisa maksimal, pelatihnya pun didatangkan langsung dari Museum Tekstil Indonesia. Natalia seorang instruktur dari Museum Tekstil tersebut telah mengajarkan para ibu-ibu di Kelurahan Pondok Petir tersebut.
Mereka membatik diatas sehelai kain yang telah memiliki pola sambil bercanda ria. Sesekali ibu-ibu tersebut meniup alat batiknya yang berupa canting berbentuk seperti mangkuk berujung lancip berisikan lilin cair berwarna coklat seperti tinta. Setelah selesai membuat satu motif, canting dimasukkan ke dalam wadah/bejana seperti penggorengan kecil, berisi malam atau lilin cair yang berada diatas kompor pemanas kecil sebesar kaleng susu ukuran sedang. Itulah gambaran kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan oleh para ibu-ibu rumah tangga tersebut.
Menurut cerita para peserta pelatihan itu, dari sekitar 15 peserta yang telah bergabung dalam kegiatan tersebut, ternyata mereka belum pernah mengikuti kursus membatik. Bahkan ada yang sama sekali tidak mengenal cara membatik. Namun mereka optimis kalau mereka akan mampu membatik sendiri setelah mengikuti pelatihan ini. Sebab para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap pemaparan dari pelatih.
Menariknya lagi masing-masing peserta membatik di selembar kain yang menjadi bahan membuat baju. Jika berhasil membuat pola yang cantik maka tentunya mereka akan memiliki baju batik buatan sendiri. Paket pelajaran membatik yang diajarkan Natalia tersebut adalah Membuat Motif, Teknik Membatik dan Perlakuan terhadap Kain Batik.
Detail Information
Publisher
BP PAUD dan Dikmas Banten
Tahun
2019
Bahasa
id
Last Updated
2026-01-09T04:11:56Z
Subjects / Keywords
Modul Pembelajaran Ekonomi Pendidikan dan Pelatihan Pendidikan Karakter Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Bacaan siswa SMA
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 598
Online: 598 Onsite: 0
Bulan ini 31.874
Online: 31.543 Onsite: 331
Total 64.967
Online: 57.841 Onsite: 7.126

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar