Tinggalan megalitik di kawasan taman nasional gunung Halimun Salak
Mahendra, Ahmad; Rusmeijani, Setyorini; Prasetyo, Hendri; Hananta, Swedhi
Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) adalah salah satu taman nasional yang terletak di Jawa bagian barat. Kawasan konservasi dengan luas 113.357 hektar ini menjadi
penting karena melindungi hutan hujan dataran rendah yang terluas di daerah ini, dan sebagai wilayah tangkapan air bagi kabupaten-kabupaten di sekelilingnya. Dengan lingkup wilayah yang bergunung-gunung, dua puncaknya yang tertinggi adalah Gunung Halimun (1.929 m) dan Gunung Salak (2.211 m). Lebih dari 700 jenis tumbuhan berbunga hidup di hutan alam di dalam TNGHS, dan keberadaan beberapa jenis fauna penting yang dilindungi di taman nasional ini seperti Elang Jawa, Macan Tutul Jawa, Owa Jawa, Surili, dan lain-lain. Kawasan TNGHS dan sekitarnya juga merupakan tempat tinggal beberapa kelompok masyarakat adat. Selain kaya akan flora dan faunanya, TNGHS juga menyimpan kekayaan budaya tinggalan
nenek moyang yaitu cagar budaya. Cagar budaya dan objek diduga cagar budaya yang berada di sekitar Gunung Halimun dan Gunung Salak berjumlah cukup banyak dan tersebar di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak. Sebagian besar cagar budaya dan objek diduga cagar budaya tersebut merupakan tinggalan tradisi megalitik berupa punden-berundak, menhir, batu dakon dan lainnya.
Peninggalan-peninggalan megalitik yang terdapat di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak dan sekitarnya antara lain:
a. Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat: Situs Pasir Manggis, Situs Cibalai, Situs Bale Kambang, Situs Endong Kasang, Situs Pangantehan, Situs Jami Paciing, dan Situs Batu Bergores.
b. Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat: Situs Sanghyang Ciarca, Situs Salak Datar, Situs Pangguyangan, Situs Tugu Gede.
c. Kabupaten Lebak, Propinsi Banten: Situs Lebak Cibedug, Situs Kosala, dan Situs Purba Parigi.
penting karena melindungi hutan hujan dataran rendah yang terluas di daerah ini, dan sebagai wilayah tangkapan air bagi kabupaten-kabupaten di sekelilingnya. Dengan lingkup wilayah yang bergunung-gunung, dua puncaknya yang tertinggi adalah Gunung Halimun (1.929 m) dan Gunung Salak (2.211 m). Lebih dari 700 jenis tumbuhan berbunga hidup di hutan alam di dalam TNGHS, dan keberadaan beberapa jenis fauna penting yang dilindungi di taman nasional ini seperti Elang Jawa, Macan Tutul Jawa, Owa Jawa, Surili, dan lain-lain. Kawasan TNGHS dan sekitarnya juga merupakan tempat tinggal beberapa kelompok masyarakat adat. Selain kaya akan flora dan faunanya, TNGHS juga menyimpan kekayaan budaya tinggalan
nenek moyang yaitu cagar budaya. Cagar budaya dan objek diduga cagar budaya yang berada di sekitar Gunung Halimun dan Gunung Salak berjumlah cukup banyak dan tersebar di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak. Sebagian besar cagar budaya dan objek diduga cagar budaya tersebut merupakan tinggalan tradisi megalitik berupa punden-berundak, menhir, batu dakon dan lainnya.
Peninggalan-peninggalan megalitik yang terdapat di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak dan sekitarnya antara lain:
a. Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat: Situs Pasir Manggis, Situs Cibalai, Situs Bale Kambang, Situs Endong Kasang, Situs Pangantehan, Situs Jami Paciing, dan Situs Batu Bergores.
b. Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat: Situs Sanghyang Ciarca, Situs Salak Datar, Situs Pangguyangan, Situs Tugu Gede.
c. Kabupaten Lebak, Propinsi Banten: Situs Lebak Cibedug, Situs Kosala, dan Situs Purba Parigi.
Detail Information
- Publisher
- BPCB Provinsi Banten
- Tahun
- 2021
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-17T03:16:30Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah