Buletin Haba No.71 Tahun XIV: Keanekaragaman Kesenian Tradisional
Dhuhri, Saifuddin; Waryanti, Sri; Hasbullah, Hasbullah; Setyantoro, Agung Suryo; Hermaliza, Essi; Fariani, Fariani; Lestari, Titit; Zahrina, Cut
Buletin Haba No.71/2014 merupakan edisi kedua yang bertemakan Keanekaragaman Kesenian Tradisional di Aceh dan Sumatera Utara. Keanekaragaman kesenian adalah sebuah kekayaan budaya yang harus dipelihara dan dilestarikan untuk kemajuan daerah dan bangsa.
Artikel yang dimuat dalam Buletin Haba kali ini terdiri dari delapan tulisan, dalam tulisan tersebut penulis mendiskipsikan dan menganalisa bagaimana keberadaan seni,seni tidak hanya sebatas kesenian atau hiburan namun seni dapat dikupas secara lebih luas dalam lingkup kehidupan manusia. Sehingga topik yang terdapat dalam buletin haba kali ini diantaranya Quo Vadis Seni Aceh: Analisa problematika dan Solusi. Penulis selanjutnya juga menghubungkan antara seni dan politik yang berkembang dalam masyarakat Aceh yaitu seni dalam Bayang-bayang politik: Studi Kasus Pemilu legislatif 2014 di Aceh. Di samping itu para penulis juga melakukan kajian terhadap kesenian tradisional yang berkembang dalam masyarakat Aceh dan Sumatera Utara Seperti Didong Gayo, Marabenta, Sikambang dan tor-tor. Secara umum kajian ini sebagai upaya mengangkat dan melestarikan kembali kesenian tradisional yang pernah tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Aceh dan Sumatrea Utara.
Artikel yang dimuat dalam Buletin Haba kali ini terdiri dari delapan tulisan, dalam tulisan tersebut penulis mendiskipsikan dan menganalisa bagaimana keberadaan seni,seni tidak hanya sebatas kesenian atau hiburan namun seni dapat dikupas secara lebih luas dalam lingkup kehidupan manusia. Sehingga topik yang terdapat dalam buletin haba kali ini diantaranya Quo Vadis Seni Aceh: Analisa problematika dan Solusi. Penulis selanjutnya juga menghubungkan antara seni dan politik yang berkembang dalam masyarakat Aceh yaitu seni dalam Bayang-bayang politik: Studi Kasus Pemilu legislatif 2014 di Aceh. Di samping itu para penulis juga melakukan kajian terhadap kesenian tradisional yang berkembang dalam masyarakat Aceh dan Sumatera Utara Seperti Didong Gayo, Marabenta, Sikambang dan tor-tor. Secara umum kajian ini sebagai upaya mengangkat dan melestarikan kembali kesenian tradisional yang pernah tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Aceh dan Sumatrea Utara.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 2014
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2022-02-09T01:19:47Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah