Cindua Mato
Panghulu, M. Rasjid Manggis Dt. Radjo
Yang disebut dalam "kaba" Cindua Mato "Bujang Salamat" biasa dipakai dalam cerita-cerita rakyat, misalnya pengiring Rajo Babandiang dalam "kaba" Sabai Nan Aluih disebut juga "Salamat". Yang clisebut "Kambang Bandohari" sebagai istri Bujang Salamat itu adalah seorang putri keturunan raja juga. Dengan demikian anak tunggal mereka yang di dalam hikayat bernama "Cindua Mato" itu adalah anak orang baik-baik, berparas baik, berkelakuan baik, berdarah kesatria dan telah patut dijadikan "Bujang lstana" oleh Bunda Kanduang.
Detail Information
- Publisher
- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 1980
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-06-26T02:36:16Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah