• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
  2. Katalog
  3. Kajian benteng lohayong di Pulau Solor Kabupaten Flores Timu...
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Kajian benteng lohayong di Pulau Solor Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur

Sumarheni, I Gusti Ayu Agung; Sumarja, I Made; Ngarsih, Wakhyuning

Benteng Lohayong merupakan salah satu tinggalan arkeologi
yang monumental di Pulau Solor. Benteng yang dibangun pada
abad XV oleh Pater Antonio da Crus ini terletak sekitar 20 meter dari bibir pantai di ujung barat Desa Lohayong, Flores Timur. Dari bekas reruntuhan benteng dapat dipantau secara jelas kapal dan perahu layar yang melintas di Selat Solor, yaitu selat yang menghubungkan antara Pulau Solor dan Pulau Adonara di Flores Timur. Kehadiran benteng Lohayong ini menjadi saksi sejarah penjajahan bangsa Portugis di daratan Flores Timur. Flores menurut orang Portugis diartikan sebagai flowers yang berarti bunga. Disebut demikian oleh para pelaut Portugis karena pada sisi sebelah timur pulau tertutup oleh Flamboyan yang sedang berbunga. Nama Flores selanjutnya dipakai secara resmi sejak tahun 1636 oleh Gubemur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Brouwer.
Detail Information
Publisher
BPNB Bali
Tahun
2017
Bahasa
id
Last Updated
2023-06-26T06:07:19Z
Subjects / Keywords
Kebudayaan Arkeologi Sejarah Indonesia Warisan budaya
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 1.691
Online: 1.690 Onsite: 1
Bulan ini 44.841
Online: 44.382 Onsite: 459
Total 77.934
Online: 70.680 Onsite: 7.254

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar