Tradisi pembuatan tapis inuh di Lampung Selatan
Satriadi, Yudi Putu; Gufron, Ali; Budiman, Hary Ganjar; Rubai, Dade; Ponimin, Ponimin; S., Yayan Yunaringsyah; Sulaeman, Rohman; Ponimin, Ponimin
Inuh merupakan kain khas Lampung yang dibuat dan digunakan oleh masyarakat Lampung beradat Saibatin yang kebanyakan berdomisili di pesisir. Kini, Inuh yang menjadi ciri khas masyarakat Lampung beradat Saibatin telah hilang. Diperkirakan Inuh terakhir dibuat pada abad ke-17. Hilangnya pembuat, peralatan, dan beberapa Inuh terjadi pada saat meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883 yang meluluhlantakkan hampir seluruh pesisir Lampung yang merupakan tempat terbanyak menghasilkan Inuh. Ragam hias yang digunakan pada Inuh baru, masih mempertahankan ragam bias Inuh ·lama yaitu berupa flora dan fauna laut, seperti cumi-cumi, teripang, rumput laut, dan ikan. Bahkan pada Inuh baru tampak ragam bias gajah.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung
- Tahun
- 2012
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-05-23T05:00:01Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah