Turi-turian si katak-katak : cerita si kodok-kodok
Tarigan, Henry Guntur
Penghulu Kuta Gugung mempunyai seorang putra yang telah menikah dengan putri saudara laki-laki dari istri penghulu itu. (Dalam adat masyarakat Batak, kawin dengan putri saudara lakilaki dari ibu merupakan hal yang ideal). Mereka sudah beberapa lama kawin, namun, belum dianugerahi anak juga. Oleh sebab itu, sesuai dengan kebiasaan pada zaman itu mereka pun pergi ke dukun ahli ramal untuk menanyakan apakah gerangan sebab-musababnya maka mereka belum mempunyai anak keturunan yang kelak akan menjadi ahli waris mereka. Setelah 4 tahun mereka kawin, hamillah sang istri. Dan sesudah genap 12 bulan hamil, maka lahirlah anaknya bertampang kodok, dan dinamai mereka si Kodok-kodok
Detail Information
- Publisher
- Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah
- Tahun
- 1985
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-05-23T08:05:40Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah