Pertumbuhan pemukiman masyarakat di lingkungan air Daerah Istimewa Yogyakarta
Salamun, Salamun; Sadilah, E.; Taryati, Taryati; Isyanti, Isyanti
Letak pemukiman Dukuh Ngepung dan Dukuh Pasirkadilangu berada di pantai Samudera India yang terbuka, termasuk wilayah Daerah lstimewa Yogyakarta. Ada pun jarak pemukiman tempat tinggal sekitar 1.500 meter untuk Ngepung dan 500 meter untuk Pasirkadilangu. Berdasarkan bentuk atapnya, umumnya rumah tempat tinggal, baik di Dukuh Ngepung maupun di Dukuh Pasirkadilangu adalah limasan yang seluruhnya dibangun di atas rapat tanah berdampingan dengan hamparan perairan. Menurut penduduk di kedua pemukiman itu, bentuk limasan tahan terhadap terpaan angin laut yang kencangan air hujan. Bentuk rumah dan jarak perumahan dari pantai yang demikian itu merupakan salah satu respon penduduk dalam menghadapi lingkungan hamparan perairan yang berada di pemukimannya.
Bahan bangunan rumah pada umumnya dan atau bambu, lantai tanah, dan atap genteng. Bila dana memungkinkan mereka akan memilih tiang dan kerangka rumah kayu jati, karena daya tahannya sangat lama, baik terhadap kekeringan maupun kelembaban udara.
Umumnya nelayan di kedua dukuh ini tidak memiliki modal untuk membeli peralatan yang memadai. Oleh sebab itu lokasi jangkauan penangkapannya masih terbatas di sekitar pemukiman saja. Ketrampilan sebagai nelayan dan pengetahuan tentang hamparan perairan diperoleh secara turun temurun serta berdasurkan pengalaman dan interaksi dengan nelayan lain.
Pengetahuan mereka antara lain adalah tentang musim angin ribut, dan gelombang besar.
Bahan bangunan rumah pada umumnya dan atau bambu, lantai tanah, dan atap genteng. Bila dana memungkinkan mereka akan memilih tiang dan kerangka rumah kayu jati, karena daya tahannya sangat lama, baik terhadap kekeringan maupun kelembaban udara.
Umumnya nelayan di kedua dukuh ini tidak memiliki modal untuk membeli peralatan yang memadai. Oleh sebab itu lokasi jangkauan penangkapannya masih terbatas di sekitar pemukiman saja. Ketrampilan sebagai nelayan dan pengetahuan tentang hamparan perairan diperoleh secara turun temurun serta berdasurkan pengalaman dan interaksi dengan nelayan lain.
Pengetahuan mereka antara lain adalah tentang musim angin ribut, dan gelombang besar.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
- Tahun
- 1987
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-23T03:33:42Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah