• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
  2. Katalog
  3. Keluarga sejahtera menurut sistem budaya masyarakat pedesaan...
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Keluarga sejahtera menurut sistem budaya masyarakat pedesaan Jawa Tengah

Warto, Warto; Riyanto, Riyanto; Wahono, Wahono; Nurshodiq, Nurshodiq

Upaya Pemerintah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang masih tertinggal memperoleh momentumnya sejak dilancarkan Program lnpres Desa Tertinggal (IDT) di seluruh wilayah Indonesia. Hal itu berkaitan dengan suatu fakta betapa masih banyaknya penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kelompok inilah yang menjadi sasaran program IDT, yang umumnya tinggal di daerah pedesaan. Program IDT melihat kemisikinan lebih menekankan pada kesatuan komunitas desa sehingga kemudian kita mengenal kategori "desa tertinggal" dan "desa maju". Dikatakan tertinggal bila di desa itu antara lain masih banyak ditemukan penduduk yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar. Sedangkan desa yang dikategorikan maju bila penduduk di desa itu telah dapat memenuhi kebutuhan dasar secara memadai. Perkembangan sosial ekonomi di desa maju ini lebih dinaniis dibandingkan desa tertinggal. Sementara itu BKKBN membuat kategori "keluarga sejahtera" menjadi lima: keluarga pra-sejahtera, keluarga sejahtera (KS) tahap I, KS tahap II, KS tahap III, dan SK tahap III plus. Dari data ini kita bisa mengetahui status sebuah desa, termasuk maju atau tertinggal.

Hanya persoalannya, batasan "sejahtera" yang dibuat oleh BKKBN maupun status desa yang dibuat BPS tersebut seringkali berbeda dengan realitas yang sebenarnya. Persoalan inilah yang dikaji dalam penelitian ini, terutama ingin melihat bagaimanakah persepsi dan aspirasi penduduk pedesaan di Jawa Tengah tentang keluarga sejahtera. Oiasumsikan, bahwa batasan kultural sangat mempengaruhi persepsi mereka tentang hidup sejahtera dan keluarga sejahtera. Tujuan pengkajian ini ialah hendak mengungkap persepsi dan aspirasi penduduk desa di Jawa Tengah tentang keluarga sejahtera yang mungkin berbeda dengan batasan keluarga sejahtera yang dirumuskan BKKN (Pemerintah). Oleh karena itu pengkajian ini bersifat kualitatif dan metodenya juga kualitatif. Data digali melalui observasi, wawancara mendalam, dan dari data-data institusional, Setelah terkumpul, data dianalisis secara kualitatif pula, yaitu dengan menggunakan bantuan konsep/teori ilmu-ilmu sosial.

Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep keluarga sejahtera menurut penduduk desa yang diteliti sangat bervariasi. Namun demikian, ada satu kesamaan pandangan bahwa pengertian sejahtera tidak hanya terbatas pada terpenuhinya kebutuhan material melainkan juga kebutuhan spiritual. Dengan kalimat lain, suatu keluarga dikatakan sejahtera bila kebutuhan material dan spiritual dapat terpenuhi secara seimbang. Dua dimensi itu harus selalu hadir secara bersamaan dalam suatu keluarga. Kesamaan lainnya ialah bahwa untuk mencapai tingkat kesejahteraan tertentu orang tidak bisa melepaskan dengan lingkungan sosialnya. Artinya, keluarga itu dapat hidup sejahtera bila kewajiban sosialnya tidak ditinggalkan dan selalu menjaga keharmonisan hubungan sosial. Sedangkan variasi perbedaan pandangan tentang keluarga sejahtera lebih banyak dipengaruhi oleh latar belakang individu masing-masing. Namun yang membedakan sesungguhnya bukan substansinya melainkan strategi dalam meraih kesejahteraan itu.
Detail Information
Publisher
Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Jawa Tengah
Tahun
1996
Bahasa
id
Last Updated
2024-02-02T02:53:23Z
Subjects / Keywords
Kebudayaan Penelitian kebudayaan
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
PERPUSTAKAAN SD YASPORBI III
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 2.514
Online: 2.504 Onsite: 10
Bulan ini 38.959
Online: 38.570 Onsite: 389
Total 72.052
Online: 64.868 Onsite: 7.184

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar