Blontakng: tradisi dan identitas suku dayak benuaq
Maryanto, Wilis; Rudini, Rudini; Yasin, Yasin
Blontakng memiliki nilai sejarah yang tidak dapat dipisahkan atau ditiadakan dalam upacara adat kematian yaitu Upacara Kwangkey. Ukiran Blontakng adalah mengandung makna simbol untuk menyampaikan identitas dari orang yang meninggal. Blontakng juga merupakan lambang untuk mengenang arwah orang yang meninggal dunia. Blontakng mengandung sistem norma yakni dimana setiap motif memiliki makna yang menggambarkan peran serta perilaku leluhur. Ukiran Blontakng ditentukan oleh stratifikasi sosial atau kelas-kelas sosial dalam masyarakat Benuaq. Untuk kemiripan ukiran Blontakng bukan kemiripan secara fisik. Namun kemiripan yang menggambarkan tentang riwayat hidup almarhum selama merangkai kehidupan di dunia. Tampilan emotional yang terletak di dalam Blontakng memberikan alasan kuat berperan sebagai apakah orang tersebut dalam masyarakat Benuaq, Blontakng harus berbahan kayu Ulin beserta ukirannya memberikan simbol kekuatan bagi roh orang yang ditinggalkan serta sebagai lambang kekokohan persaudaraan masyarakat Benuaq.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-02-02T03:21:15Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah