Pengembangan jaringan ekonomi di kawasan wisata Nusa Tenggara Barat
Widiyanto, Sigit; Renggo, Renggo
Senggigi merupakan daerah wisata yang sedang dikembangkan. Berbagai sarana dan prasarana di daerah tersebut dari tahun ke tahun terus meningkat. Berbagai fasilitas hiburan terus bermunculan. Senggigi yang beberapa tahun yang lalu masih terdengar suara binatang di waktu malam, sekarang telah berubah menjadi hingar bingar irama musik.
Sebagai daerah kunjungan wisata, Senggigi telah merangsang masyarakat Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya untuk mencari rejeki ke tempat tersebut. Munculnya berbagai fasilitas hiburan dan hotel-hotel bertaraf internasional telah memunculkan berbagai peluang kerja bagi masyarakat.
Dilihat dari jenis pekerjaan di Senggigi, dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu sektor formal dan sektor informal. Pada sektor formal, Senggigi ternyata belum memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya. Kenyataan demikian disebabkan tenaga kerja yang dibutuhkan diharuskan mempunyai latar belakang pendidikan yang memadai, sedangkan masyarakat setempat umumnya mempunyai jenjang pendidikan yang belum sesuai dengan lowongan yang ada atau belum memenuhi syarat. Akibatnya, banyak penduduk sekitar yang lari ke sektor informal.
Di sektor informal, penduduk sekitar dari hari ke hari semakin banyak yang terlibat di sektor pariwisata. Mereka terus memanfaatkan peluang dari kedatangan para wisatawan. Lambat tapi pasti dari hari ke hari semakin bayak yang terlibat dalam bidang perdagangan maupun bidang jasa. Berbagai jaringan perekonomian baru timbul dan berkembang sebagai akibat dari kemajuan wisata.
Pengetahuan masyarakat tentang budaya asing telah melonggarkan budaya setempat. Akan tetapi pembukaan cakrawala dengan berkembangnya daerah tersebut sedikit demi sedikit telah memacu kemajuan masyarakat baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Hal ini akhirnya akan dapat menjadikan masyarakat Senggigi menjadi "raja" di daerahnya karena mampu menguasai berbagai jaringan ekonomi tersebut.
Sebagai daerah kunjungan wisata, Senggigi telah merangsang masyarakat Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya untuk mencari rejeki ke tempat tersebut. Munculnya berbagai fasilitas hiburan dan hotel-hotel bertaraf internasional telah memunculkan berbagai peluang kerja bagi masyarakat.
Dilihat dari jenis pekerjaan di Senggigi, dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu sektor formal dan sektor informal. Pada sektor formal, Senggigi ternyata belum memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya. Kenyataan demikian disebabkan tenaga kerja yang dibutuhkan diharuskan mempunyai latar belakang pendidikan yang memadai, sedangkan masyarakat setempat umumnya mempunyai jenjang pendidikan yang belum sesuai dengan lowongan yang ada atau belum memenuhi syarat. Akibatnya, banyak penduduk sekitar yang lari ke sektor informal.
Di sektor informal, penduduk sekitar dari hari ke hari semakin banyak yang terlibat di sektor pariwisata. Mereka terus memanfaatkan peluang dari kedatangan para wisatawan. Lambat tapi pasti dari hari ke hari semakin bayak yang terlibat dalam bidang perdagangan maupun bidang jasa. Berbagai jaringan perekonomian baru timbul dan berkembang sebagai akibat dari kemajuan wisata.
Pengetahuan masyarakat tentang budaya asing telah melonggarkan budaya setempat. Akan tetapi pembukaan cakrawala dengan berkembangnya daerah tersebut sedikit demi sedikit telah memacu kemajuan masyarakat baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Hal ini akhirnya akan dapat menjadikan masyarakat Senggigi menjadi "raja" di daerahnya karena mampu menguasai berbagai jaringan ekonomi tersebut.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 1997
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-17T03:54:57Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah