Sosialisasi anak pada perkampungan miskin di kotamadya Jayapura Propinsi Irian Jaya (struktur keluarga dan sosialisasi)
Wiryatno, Wiryatno; Ngadino, Ngadino; Harinto, Harinto; Rumbiak, Rumbiak
Corak struktur keluarga batih dan keluarga luas di kedua kampung sampel adalah patrilineal. Sosialisasi anak pada masing-masing keluarga dimulai sejak anak dalam kandungan. Upacara adat yang berkaitan dengan masa kehamilan jarang dilakukan oleh keluarga di kedua kampung sampel karena kondisi ekonomi keluarga yang kurang memadai.
Hanya sebagian kecil penduduk (KK) masih menyelenggarakan upacara adat tersebut, seperti menujuh bulan kehamilan pertama. Perarian ayah-ibu terutama ibu dalam sosialisasi anak tampak mulai masa kehamilan dengan menaati berbagai tabu yang berlaku. Semua itu dilakukan dengan harapan anak yang akan lahir kelak mempunyai watak yang baik dan selamat.
Peranan ibu dalam proses sosialisasi anak dirintis pula sejak anak lahir, yaitu dengan pemberian ASL Umumnya, perawatan anak dalam keluarga merupakan tumpuan tugas pokok seorang ibu. Anggota keluarga lain seperti ayah dan saudara kandung yang lebih tua ikut membantu tugas. ibu tersebut. Demikian pula kerabat lain yang tinggal serumah (keluarga luas) bertindak membantu tugas seorang ibu di rumah. Jadi anak-anak tidak membantu tugas seorang ibu di rumah. Jadi anak-anak tidak hanya mengalami proses sosialisasi dari orang tuanya, tetapi Juga dari anggota keluarga dan kerabat serumah.
Perwujudan proses sosialisasi pada masing-masing keluarga tampak melalui pengenalan nilai-nilai dan kedisiplinan anak. Pengenalan nilai-nilai itu diberikan melalui keteladanan, dan atau dongeng. Kedisiplinan diberikan oleh orang tua sejak mµlai kecil, yaitu kebiasaan buang air pada tempat dan saat yang teratur, cara berpakaian, dan makan sehingga anak tanpa melakukan ,sendiri tanpa bantuan orang lain.
Hanya sebagian kecil penduduk (KK) masih menyelenggarakan upacara adat tersebut, seperti menujuh bulan kehamilan pertama. Perarian ayah-ibu terutama ibu dalam sosialisasi anak tampak mulai masa kehamilan dengan menaati berbagai tabu yang berlaku. Semua itu dilakukan dengan harapan anak yang akan lahir kelak mempunyai watak yang baik dan selamat.
Peranan ibu dalam proses sosialisasi anak dirintis pula sejak anak lahir, yaitu dengan pemberian ASL Umumnya, perawatan anak dalam keluarga merupakan tumpuan tugas pokok seorang ibu. Anggota keluarga lain seperti ayah dan saudara kandung yang lebih tua ikut membantu tugas. ibu tersebut. Demikian pula kerabat lain yang tinggal serumah (keluarga luas) bertindak membantu tugas seorang ibu di rumah. Jadi anak-anak tidak membantu tugas seorang ibu di rumah. Jadi anak-anak tidak hanya mengalami proses sosialisasi dari orang tuanya, tetapi Juga dari anggota keluarga dan kerabat serumah.
Perwujudan proses sosialisasi pada masing-masing keluarga tampak melalui pengenalan nilai-nilai dan kedisiplinan anak. Pengenalan nilai-nilai itu diberikan melalui keteladanan, dan atau dongeng. Kedisiplinan diberikan oleh orang tua sejak mµlai kecil, yaitu kebiasaan buang air pada tempat dan saat yang teratur, cara berpakaian, dan makan sehingga anak tanpa melakukan ,sendiri tanpa bantuan orang lain.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
- Tahun
- 1983
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-21T06:13:34Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah