Tektekan di Desa Kerambitan Tabanan Provinsi Bali
Rupa, I Wayan; Suryawati, Cok Istri; Hartono, Hartono; I Made, Dharma Suteja
Tektekan muncul ketika alat-alat gamelan yang terbuat dari bahan perunggu harus ditanam di dalam tanah karena dianggap tabu untuk ditabuh, akibat adanya wabah penyakit yang merajalela dengan ganas sehingga banyak menimbulkan korban jiwa. Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi ini kemudian dikembangkan menjadi seni pertunjukkan wisata yang mengemas gamelan tektekan dengan kreasi-kreasi baru yang dimiliki oleh para penggarapnya terdahulu. Segala sesuatu yang telah dikembangkan berawal dari tahun 1967 sampai sekarang menjadikan gamelan tektekan tetap eksis bahkan sudah dikenal sampai mancanegara. Kreativitas ini juga diartikan sebagai cermin kreativitas seni masyarakat Desa Kerambitan.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali
- Tahun
- 2013
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-13T01:48:40Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah