Ungkapan tradisional sebagai sumber informasi kebudayaan Daerah Istimewa Aceh
Athailllah, Athaillah; Faridan, Abdullah; Ajies, A. Murad Em; Sulaiman, Budiman; Sanusi, Sulaiman
Ungkapan tradisional merupakan cerminan kepribadian dan cara berpikir anggota masyarakat pemakainya. Setiap ungkapan berisi gambaran tentang situasi yang timbul dalam masyarakat. Kadang-kadang ungkapan itu berupa jawaban terhadap masalah yang timbul dalam masyarakat, baik berupa gejala sosial maupun gambaran tentang penyimpangan cara berpikir seorang atau sekelompok anggotanya yang dapat berpengaruh bagi kehidupan bermasyarakat.
Pertanian merupakan mata pencaharian pokok warga masyarakat Aceh dan Gayo. Penghayatan terhadap bentuk, fungsi, dan sifat benda-benda yang digunakan dalam lapangan ini sangat mendalam, sehingga turut mempengaruhi cara berpikir anggota masyarakat. Umumnya ungkapan yang terkumpul menggunakan istilah atau nama benda-benda dari bidang ini. Sifat manusia yang menonjol yang telah dibekukan dalam ungkapan diasosiasikan dengan sifat benda-benda yang berasal dari bidang ini. Sifat yang paling menonjol yang dikemukakan antara lain, sifat ingin memperkaya diri, sifat suka hidup boros, sifat suka berkorban untuk kepentingan orang lain, dan sebagainya dihubungkan dengan sifat yang terdapat pada cangkul, pematang sawah yang bocor, kelapa yang mengandung santan dan sebagainya.
Ungkapan-ungkapan itu umumnya bernilai edukatif dengan segala aspeknya. Ada ungkapan yang berisi nasehat, ada yang berisi gambaran tentang watak manusia yang tidak boleh ditiru, atau yang perlu dihindari dan sebagainya. Setiap ungkapan mengungkapkan gejala yang timbul dalam masyarakat, baik mengenai sifat seseorang maupun sikap kelompok terhadap kelompok lain di sekitarnya. Alternatif jawaban atau penyelesaian yang disarankan umumnya sudah dapat diketahui dari ungkapan itu sendiri, yaitu pada lanjutan ungkapan yang bersangkutan.
Pertanian merupakan mata pencaharian pokok warga masyarakat Aceh dan Gayo. Penghayatan terhadap bentuk, fungsi, dan sifat benda-benda yang digunakan dalam lapangan ini sangat mendalam, sehingga turut mempengaruhi cara berpikir anggota masyarakat. Umumnya ungkapan yang terkumpul menggunakan istilah atau nama benda-benda dari bidang ini. Sifat manusia yang menonjol yang telah dibekukan dalam ungkapan diasosiasikan dengan sifat benda-benda yang berasal dari bidang ini. Sifat yang paling menonjol yang dikemukakan antara lain, sifat ingin memperkaya diri, sifat suka hidup boros, sifat suka berkorban untuk kepentingan orang lain, dan sebagainya dihubungkan dengan sifat yang terdapat pada cangkul, pematang sawah yang bocor, kelapa yang mengandung santan dan sebagainya.
Ungkapan-ungkapan itu umumnya bernilai edukatif dengan segala aspeknya. Ada ungkapan yang berisi nasehat, ada yang berisi gambaran tentang watak manusia yang tidak boleh ditiru, atau yang perlu dihindari dan sebagainya. Setiap ungkapan mengungkapkan gejala yang timbul dalam masyarakat, baik mengenai sifat seseorang maupun sikap kelompok terhadap kelompok lain di sekitarnya. Alternatif jawaban atau penyelesaian yang disarankan umumnya sudah dapat diketahui dari ungkapan itu sendiri, yaitu pada lanjutan ungkapan yang bersangkutan.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
- Tahun
- 1984
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-07T01:25:21Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah