Tenun ikat Dayak Iban di Kapuas Hulu
Juliatri Widi Wulandari, Benedikta; Johansen, Poltak; Hoesni, Fifiyati
Kain tenun Iban merupakan ragam wastra nusantara yang diproduksi oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Menurut Hartadi dan Agustiah (1992: 11), pengetahuan dan keterampilan menenun yang dimiliki oleh masyarakat dari hulu Sungai Kapuas, termasuk Dayak Iban, diperkirakan diperoleh sejak abad ke-6. Pengetahuan dan keterampilan menenun ini pada umumnya diwariskan dari generasi yang lebih tua kepada yang lebih muda, misalnya dari seorang ibu kepada anak perempuannya. Adapun kesakralan di balik kain tenun ikat ini, seperti adanya ritual khusus yang dilakukan sebelum memulai pembelajaran menenun dan larangan untuk menenun saat ada peristiwa sedih, yakni kematian, menugal, dan pembangunan rumah panjang. Dalam proses pembuatannya, terdapat tiga tahap utama, yaitu tahap sebelum pewarnaan, tahap pewarnaan benang dan tahap menenun. ketersediaan benang tenun merupakan hal penting dalam proses produksi sehingga menjaga ketersediaan benang dengan cara memberikan dan menyediakan benang melalui kelompok usaha merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan kain tenun ikat Dayak Iban ini.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2024-03-18T09:54:32Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah