Rusiah hui Cilembu = Rahasia ubi Cilembu
Rustandi, Yosep
Obet dan Isan sedang mencari ubi sisa panen di kebun. Mereka gembira sekali ketika mendapatkan ubi yang besar-besar. Ubi itu dibawa ke rumah. Dipanggang ketika Bu Esih, ibunya Obet, sedang membuat gula merah. Setelah empuk, buru-buru dikeluarkan dari bara abu yang panas. Dicicipi, mereka kecewa. Ternyata ubi tidak semanis dan seenak hasil panggangan Bu Esih atau Pak Kardana, bapaknya Obet. Kata Pak Kardana, memang rasa ubi yang baru saja (dadakan) dipanen akan seperti itu. Dari awal mula menanam bagusnya jangan dipaksa agar besar-besar dengan diberi pupuk kimia. Setelah dipanen, dicuci terlebih dahulu, terus dianginkan-anginkan paling sebentar satu pekan. Jadi, ubinya kering. Kadar airnya sudah tidak terlalu banyak. Ketika dipanggang nantinya akan mengeluarkan cairan kental seperti nira gula aren. Obet dan Isan tersenyum ketika diberi ubi panggang buatan Pak Kardana. Begitu rahasianya ubi Cilembu terkenal sampai ke mancanegara.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-12-17T00:51:31Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah