Kamus Angkola Mandailing-Indonesia edisi kedua
Maryanto, Maryanto
Bahasa Indonesia mengakar sangat kuat di wilayah Provinsi
Sumatera Utara. Kekuatan akar bahasa nasional ini ditopang
dengan adanya kebinekaan bahasa daerah yang tetap lestari di
kalangan masyarakat penuturnya masing-masing. Bahasa Angkola
Mandailing merupakan salah satu bagian dari kebinekaan
penyangga bahasa Indonesia.
Pada tahun 1977 Drs. Ahmad Samin Siregar—seorang dosen Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara, yang mengikuti
penataran Leksikografi di Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa atau sekarang Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa—telah mendokumentasikan kekayaan kosakata daerah di Sumatera Utara. Dokumen berupa Edisi Pertama Kamus Bahasa Angkola Mandailing–Indonesia ini dapat berwujud karena semangat dan ilmu almarhum tersebut. Oleh karena jasanya, kamus ini dapat berkembang dan disajikan kepada masyarakat dalam bentuk Edisi Kedua.
Pencetakan ulang Edisi Kedua Kamus Bahasa Angkola Mandailing–Indonesia dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan pentingnya memperluas wawasan untuk memahami cara pandang warga masyarakat Angkola Mandailing baik terhadap diri sendiri maupun diri orang lain dalam konteks kebinekaan nasional dan global. Untuk itu, kamus ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujukan bagi siapa pun, terutama bagi generasi muda Angkola Mandailing dalam pembelajaran di sekolah.
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyusun Edisi Pertama dan pemutakhir Edisi Kedua Kamus Bahasa Angkola Mandailing. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pihak yang telah membantu pencetakan ulang kamus ini. Semoga cetakan kedua edisi kedua kamus ini bermanfaat turut menguatkan pembangunan nasional dalam trigatra bahasa utamakan bahasa Indonesia; lestarikan bahasa daerah; kuasai bahasa asing.
Sumatera Utara. Kekuatan akar bahasa nasional ini ditopang
dengan adanya kebinekaan bahasa daerah yang tetap lestari di
kalangan masyarakat penuturnya masing-masing. Bahasa Angkola
Mandailing merupakan salah satu bagian dari kebinekaan
penyangga bahasa Indonesia.
Pada tahun 1977 Drs. Ahmad Samin Siregar—seorang dosen Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara, yang mengikuti
penataran Leksikografi di Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa atau sekarang Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa—telah mendokumentasikan kekayaan kosakata daerah di Sumatera Utara. Dokumen berupa Edisi Pertama Kamus Bahasa Angkola Mandailing–Indonesia ini dapat berwujud karena semangat dan ilmu almarhum tersebut. Oleh karena jasanya, kamus ini dapat berkembang dan disajikan kepada masyarakat dalam bentuk Edisi Kedua.
Pencetakan ulang Edisi Kedua Kamus Bahasa Angkola Mandailing–Indonesia dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan pentingnya memperluas wawasan untuk memahami cara pandang warga masyarakat Angkola Mandailing baik terhadap diri sendiri maupun diri orang lain dalam konteks kebinekaan nasional dan global. Untuk itu, kamus ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujukan bagi siapa pun, terutama bagi generasi muda Angkola Mandailing dalam pembelajaran di sekolah.
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyusun Edisi Pertama dan pemutakhir Edisi Kedua Kamus Bahasa Angkola Mandailing. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pihak yang telah membantu pencetakan ulang kamus ini. Semoga cetakan kedua edisi kedua kamus ini bermanfaat turut menguatkan pembangunan nasional dalam trigatra bahasa utamakan bahasa Indonesia; lestarikan bahasa daerah; kuasai bahasa asing.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara
- Tahun
- 2021
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-02-16T10:29:46Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah