Sang Pusaka Raja Tumpang
Masripah, Masripah
Di Desa Lepasan Atak dan Kawang menemukan bilah lading pusaka Raja Tumpang di gudang Kai Jilah seorang pandai besi tua. Kai Jilah menceritakan bahwa lading itu dibuat bukan untuk berperang, tapi sebagai simbol pelindung. Anak-anak itu bersemangat mencoba membuat ulang lading dengan cara tradisional. Mereka mencari bahan besi dan membuat tungku sederhana dengan teknik uap dan api besar. Logam dilelehkan dan dituangkan ke cetakan tanah liat lalu ditempa dengan sabar. Gagang lading dibuat dari kayu salung yang kuat dan harum. Setelah selesai, lading berkilau dan memantulkan api kecil tanda niat tulus. Atak dan Kawang belajar bahwa tradisi leluhur mengajarkan keberanian dan kebijaksanaan. Mereka berjanji menjaga dan melestarikan warisan budaya Bakumpai. Desa Lepasan pun hidup kembali dengan semangat belajar dan melestarikan budaya.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-03-18T08:22:42Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah