Bakacal iwak = Menangkap ikan menggunakan tangan
Assyaufi, Muhammad Arkani
Adul, Madi, dan Upik sejak dulu berteman akrab. Hampir setiap hari selalu bersama. Mumpung musim kemarau, mereka berinisiatif mencari ikan. Bakacal iwak istilahnya, yakni menangkap ikan dengan tangan kosong. Biasanya ini dilakukan saat sungai atau sumur sedang surut. Jadi, ikan-ikan yang kekurangan air itu tidak sulit ditangkap, meski tanpa bantuan peralatan apapun.Dua kali bakacal iwak, mereka memperoleh hasil yang memuaskan. Karena itu, Adul, Madi, dan Upik jadi ketagihan. Giliran ketiga kalinya mau bakacal, mereka mengalami sebuah insiden. Banjir kiriman dari gunung menghanyutkan ketiga anak tersebut. Berhasilkan mereka diselamatkan, terutama Upik yang tidak bisa berenang? Biar tidak penasaran, yuk baca tuntas cerita ini.memberikan topi purun kepada Kakek banyak halangan yang membuatnya hampir putus asa. Namun Daim tidak menyerah dan bersikukuh harus memberikan kepada Kakek Ibad. Akhirnya, ia pun berhasil memberikan topi purun itu kepada Kakek Ibad. Ia juga memperoleh hadiah yang tidak disangka.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-03-19T04:23:09Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah