Masang lunjuak = Memasang lanjaran
Noprianti, Diti
Di hari ke-27 bulan puasa ada tradisi setiap daerah memasang lanjaran tempurung. Termasuk di Serawai. Ara dan Lulu dua sahabat yang berteman dari kecil. Mereka berdua akan memasang lanjaran tapi hanya Ara yang mempunyai tempurung. Itupun hanya sedikit. Sedangkan Lulu tidak punya sama sekali. Ara mengajak Lulu mencari tempurung ke rumah nenek. Mereka sangat gembira karena di rumah nenek banyak tempurung. Dengan susah payah mereka menyiapkan semuanya sehingga menjadi dua batang lanjaran yang siap dibakar pada malam nujuh likur. Kegembiraan mereka rasakan ketika melihat lanjaran menyala, sehingga tidak terasa lelah dan pengorbanan saat membuat lanjaran. Mereka berdua bekerjasama dalam membuat lanjaran. Dari memasang lanjaran, Ara jadi tahu makna lanjaran dan malam nujuh likur. Ara pun bertekad akan memasang lanjaran kembali tahun selanjutnya.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Bengkulu
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-02-12T14:28:27Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah