Tradisi ruwatan: bersih bumi kearifan lokal dalam mitigasi bencana
Lelono, T.M. Hari
Tradisi penyembahan terhadap roh leluhur di Tengger terjadi seiring dengan budaya megalitik yang tersebar luas di Indonesia, sekitar 500 sebelum masehi - 500 Masehi. Upacara ini dilakukan setiap setahun sekali, tetapi pada tahun kelima diselenggarakan lebih raya dengan mengorbankan seekor kerbau atau sapi. Dari hasil wawancara tersebut diperoleh data berkaitan dengan makna, fungsi dan tujuan upacara mayu desa/ ruwatan, berkaitan dengan masalah mitigasi bencana.
Detail Information
- Publisher
- Balai Arkeolog Yogyakarta
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-01-23T07:36:25Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah