Proses pembentukan data arkeologi bawah air kapal liberty di Tulamben
Pratama, Henki Riko
Bangkai Kapal USAT Liberty merupakan salah satu tinggalan Arkeologi Bawah Air (ABA) yang cukup menarik minat kalangan wisatawan selam baik dari mancanegara maupun lokal. Dibalik kepopulerannya, bangkai Kapal Liberty menyimpan latar belakang sejarah yang belum terungkap serta bagaimana proses terdeposisinya kapal tersebut. Artikel ini berusaha membahas
mengenai bagaimana proses pembentukan data arkeologi pada Kapal Liberty yang tenggelam di Perairan Tulamben beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga tampak seperti saat ini?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penalaran induktif untuk menjelaskan proses pembentukan data arkeologi yang terjadi pada bangkai Kapal Liberty di Tulamben. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 2 faktor utama yang mempengaruhi proses pembentukan bangkai kapal tersebut, yaitu proses behavioral (pre-depositional & depositional) dan proses transformasi (post-depositional). Proses behavioral terjadi ketika kapal masih dalam tatanan sistem budayanya hingga terdeposisi, terdiri dari beberapa tahapan yaitu procurement, manufacture, use, abandonment dan decay. Setelah terdeposisi di perairan Pantai Tulamben, Kapal Liberty dipengaruhi oleh faktor
C-transform dan N-transform. Faktor C-transform berupa aktifitas penjarahan dan aktivitas penyelaman sedangkan faktor N-transform berupa letusan Gunung Agung, dinamika Pesisir
Tulamben (arus permukaan, gelombang, pasang surut, aliran sungai), dan proses dasar perairan (arus dasar, kontur dasar, korosi, terumbu karang).
mengenai bagaimana proses pembentukan data arkeologi pada Kapal Liberty yang tenggelam di Perairan Tulamben beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga tampak seperti saat ini?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penalaran induktif untuk menjelaskan proses pembentukan data arkeologi yang terjadi pada bangkai Kapal Liberty di Tulamben. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 2 faktor utama yang mempengaruhi proses pembentukan bangkai kapal tersebut, yaitu proses behavioral (pre-depositional & depositional) dan proses transformasi (post-depositional). Proses behavioral terjadi ketika kapal masih dalam tatanan sistem budayanya hingga terdeposisi, terdiri dari beberapa tahapan yaitu procurement, manufacture, use, abandonment dan decay. Setelah terdeposisi di perairan Pantai Tulamben, Kapal Liberty dipengaruhi oleh faktor
C-transform dan N-transform. Faktor C-transform berupa aktifitas penjarahan dan aktivitas penyelaman sedangkan faktor N-transform berupa letusan Gunung Agung, dinamika Pesisir
Tulamben (arus permukaan, gelombang, pasang surut, aliran sungai), dan proses dasar perairan (arus dasar, kontur dasar, korosi, terumbu karang).
Detail Information
- Publisher
- Balai Arkeologi Yogyakarta
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-01-22T07:59:36Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah