Analisis Kerusakan Jalan Berdasarkan Metode Surface Distress Index (Sdi) Studi Kasus : Jalan Meranti Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Muhaimin, Muhaimin
Jalan Meranti adalah salah satu jalan lokal yang berada di Kecamatan senapelan
kota pekanbaru provinsi Riau yang kondisi jalannya cukup banyak mengalami
kerusakan, Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jalan berlubang,
retak-retak, bergelombang dan tambalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui jenis kerusakan, tingkat kerusakan dan cara penanganan kerusakan
jalan meranti dengan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). Panjang
Jalan yang diteliti sepanjang 1600 m yang nantinya dibagi menjadi empat segmen.
Hasil perhitungan dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan jalan
pada ruas jalan meranti kota pekanbaru antara lain : lubang (potholes) sebesar
25,094 %, retak (crack) 67,381 % dan alur bekas roda kendaraan (rutting) sebesar
7,482 %. Nilai Surface Distress Index (SDI) pada segmen I sebesar 45, segmen II
sebesar 35, segmen III sebesar 105 dan segmen IV sebesar 40 dimana berdasarkan
metode ini maka kondisi jalan tersebut dalam kondisi baik pada segmen I, II, dan
IV sedangkan pada segmen III masuk dalam kondisi rusak ringan. Berdasarkan
kondisi jalan tersebut maka jenis penanganan kerusakan jalan meranti dapat
ditentukan yaitu untuk kondisi baik penanganannya berupa pemeliharaan rutin dan
untuk kondisi rusak ringan jenis penanganannya berupa rehabilitasi jalan.
kota pekanbaru provinsi Riau yang kondisi jalannya cukup banyak mengalami
kerusakan, Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jalan berlubang,
retak-retak, bergelombang dan tambalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui jenis kerusakan, tingkat kerusakan dan cara penanganan kerusakan
jalan meranti dengan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). Panjang
Jalan yang diteliti sepanjang 1600 m yang nantinya dibagi menjadi empat segmen.
Hasil perhitungan dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan jalan
pada ruas jalan meranti kota pekanbaru antara lain : lubang (potholes) sebesar
25,094 %, retak (crack) 67,381 % dan alur bekas roda kendaraan (rutting) sebesar
7,482 %. Nilai Surface Distress Index (SDI) pada segmen I sebesar 45, segmen II
sebesar 35, segmen III sebesar 105 dan segmen IV sebesar 40 dimana berdasarkan
metode ini maka kondisi jalan tersebut dalam kondisi baik pada segmen I, II, dan
IV sedangkan pada segmen III masuk dalam kondisi rusak ringan. Berdasarkan
kondisi jalan tersebut maka jenis penanganan kerusakan jalan meranti dapat
ditentukan yaitu untuk kondisi baik penanganannya berupa pemeliharaan rutin dan
untuk kondisi rusak ringan jenis penanganannya berupa rehabilitasi jalan.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-31T17:43:32Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah