Penerapan Sanksi Terhadap Orang Yang Membuang Sampah Ke Area Drainase Kecamatan Payung Sekaki Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah
Firdaus, Asril
Skripsi ini berjudul Penerapan Sanksi Terhadap Orang Yang Membuang
Sampah Ke Area Drainase Di Kecamatan Payung Sekaki Berdasarkan Peraturan
Daerah Kota Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah.
Kecamatan Payung Sekaki telah menjadi sebuah daerah yang berkembang dengan
pesat sehingga menyebabkan perubahan karakteristik saluran air di sekitar
kecamatan payung sekaki.Banyaknya genangan air yang terjadi di jalan karena
dipengaruhi kondisi saluran drainase di temukan sampah di beberapa titik saluran
sehingga sulit mengalirkanya karena masyarakat masih menganggap bahwa badan
air merupakan tempat pembuangan sampah,sampah yang dibuang sembarangan
dibawa saluran air hujan masuk ke saluaran menjadi penuh dan menyumbat dan
meluap pada musim hujan ,penyerobotan lahan umum,bantaran sungai,saluran
drainase jalan raya bangunan liar maupun kios tempat jualan,megakibatkan
penampang sungai,saluran drainase berkurangnya fungsi.Oleh karena itu penulis
meneliti bagaimana Penerapan Sanksi terhadap orang yang membuang sampah ke
area drainase,Hambatan serta Upaya yang dilakukan berdasarkan Peraturan
Daerah di Kota Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah
sebagai landasan untuk mengetahui sanksi bagi orang yang membuang sampah ke
area drainase Kecamatan Payung Sekaki.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui penerapan sanksi terhadap orang yang membuang sampah ke area
drainase,hambatan,dan upaya untuk mengurangi jumlah limpasan air dari saluran
drainase ke bahu jalan yang dapat merusak struktur jalan akibat terkikis oleh air
genangan tersebut.Penelitian sosiologis normatif ini bersifat kajian di lapangan
dengan meneliti di beberapa titik drainase yang terdapat banyak sampah yang
dibuang secara sengaja dengan teknik pengumpulan data berupa survei
lapangan,wawancara,pengelolaan data dan menganalisis menggunakan teknik
deskriptif kualitatif,kemudian disimpulkan secara deduktif. Hasil penellitian ini
menunjukan apa hukuman yang tepat bagi pelaku membuang sampah diarea
drainase/sepadan sungai dalam sanksi yang akan di terapkan oleh Walikota dan
Pejabat terkait yakni sanksi administratif bagi orang,badan,pengelola sampah
yang melanggar aturan yang berlaku baik itu teguran lisan,pemberhentian
sementara kegiatan,penutupan lokasi,pencabutan izin,paksaan pemerintah,uang
paksa,bahkan tidak mendapatkan pelayanan publik.Hasil penelitian lapangan
bahwa sanksi administrastif menjadi sanksi yang langsung diberikan bagi orang
yang tertangkap ditempat dan hasil dari pendapatan tersebut akan langsung masuk
di kas pendapatan daerah Kota Pekanbaru.
Sampah Ke Area Drainase Di Kecamatan Payung Sekaki Berdasarkan Peraturan
Daerah Kota Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah.
Kecamatan Payung Sekaki telah menjadi sebuah daerah yang berkembang dengan
pesat sehingga menyebabkan perubahan karakteristik saluran air di sekitar
kecamatan payung sekaki.Banyaknya genangan air yang terjadi di jalan karena
dipengaruhi kondisi saluran drainase di temukan sampah di beberapa titik saluran
sehingga sulit mengalirkanya karena masyarakat masih menganggap bahwa badan
air merupakan tempat pembuangan sampah,sampah yang dibuang sembarangan
dibawa saluran air hujan masuk ke saluaran menjadi penuh dan menyumbat dan
meluap pada musim hujan ,penyerobotan lahan umum,bantaran sungai,saluran
drainase jalan raya bangunan liar maupun kios tempat jualan,megakibatkan
penampang sungai,saluran drainase berkurangnya fungsi.Oleh karena itu penulis
meneliti bagaimana Penerapan Sanksi terhadap orang yang membuang sampah ke
area drainase,Hambatan serta Upaya yang dilakukan berdasarkan Peraturan
Daerah di Kota Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah
sebagai landasan untuk mengetahui sanksi bagi orang yang membuang sampah ke
area drainase Kecamatan Payung Sekaki.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui penerapan sanksi terhadap orang yang membuang sampah ke area
drainase,hambatan,dan upaya untuk mengurangi jumlah limpasan air dari saluran
drainase ke bahu jalan yang dapat merusak struktur jalan akibat terkikis oleh air
genangan tersebut.Penelitian sosiologis normatif ini bersifat kajian di lapangan
dengan meneliti di beberapa titik drainase yang terdapat banyak sampah yang
dibuang secara sengaja dengan teknik pengumpulan data berupa survei
lapangan,wawancara,pengelolaan data dan menganalisis menggunakan teknik
deskriptif kualitatif,kemudian disimpulkan secara deduktif. Hasil penellitian ini
menunjukan apa hukuman yang tepat bagi pelaku membuang sampah diarea
drainase/sepadan sungai dalam sanksi yang akan di terapkan oleh Walikota dan
Pejabat terkait yakni sanksi administratif bagi orang,badan,pengelola sampah
yang melanggar aturan yang berlaku baik itu teguran lisan,pemberhentian
sementara kegiatan,penutupan lokasi,pencabutan izin,paksaan pemerintah,uang
paksa,bahkan tidak mendapatkan pelayanan publik.Hasil penelitian lapangan
bahwa sanksi administrastif menjadi sanksi yang langsung diberikan bagi orang
yang tertangkap ditempat dan hasil dari pendapatan tersebut akan langsung masuk
di kas pendapatan daerah Kota Pekanbaru.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2020
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-31T17:44:31Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah