Cerita Bidai Dalam Masyarakat Melayu Siak (Kajian Struktur Mitos Dan Fungsi)
Aini, Zahrotu ’
Cerita rakyat bidai dikenal oleh masyarakat Melayu di Siak sebagai sastra lisan
yang dituturkan secara turun-temurun, dan mengandung unsur mitos di dalamnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui bentuk dan fungsi
mitos dalam cerita rakyat bidai tersebut. Teori yang digunakan adalah teori
strukturalisme Levi-Strauss untuk kajian struktur mitos dan fungsi mitos digunakan
teori William R. Bascom, antara lain (1) sebagai sistem proyeksi (projective
system), yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif; (2) sebagai alat
pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan; (3) sebagai alat
pendidikan anak (pedagodical device); dan (4) sebagai alat pemaksa dan pengawas
agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya. Penelitian
ini menggunakan metode analitik-deskriptif. Data penelitian berupa cerita lisan
bidai yang bersumber dari penuturan narasumber yang berada di wilayah penelitian
yakni di Kabupaten Siak, dan ditunjang dengan data lain berupa cerita bidai yang
telah ditulis di sebuah media massa. Analisis data dilakukan dengan
mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian yaitu mengungkapkan struktur mitos Bidai memiliki
struktur luar (surface structure) dan struktur dalam (deep structure), serta memiliki
fungsi sebagai sistem proyeksi, pengesahan lembaga budaya, alat pendidikan, serta
sebagai alat pengawas norma masyarakat Melayu Siak.
yang dituturkan secara turun-temurun, dan mengandung unsur mitos di dalamnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui bentuk dan fungsi
mitos dalam cerita rakyat bidai tersebut. Teori yang digunakan adalah teori
strukturalisme Levi-Strauss untuk kajian struktur mitos dan fungsi mitos digunakan
teori William R. Bascom, antara lain (1) sebagai sistem proyeksi (projective
system), yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif; (2) sebagai alat
pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan; (3) sebagai alat
pendidikan anak (pedagodical device); dan (4) sebagai alat pemaksa dan pengawas
agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya. Penelitian
ini menggunakan metode analitik-deskriptif. Data penelitian berupa cerita lisan
bidai yang bersumber dari penuturan narasumber yang berada di wilayah penelitian
yakni di Kabupaten Siak, dan ditunjang dengan data lain berupa cerita bidai yang
telah ditulis di sebuah media massa. Analisis data dilakukan dengan
mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian yaitu mengungkapkan struktur mitos Bidai memiliki
struktur luar (surface structure) dan struktur dalam (deep structure), serta memiliki
fungsi sebagai sistem proyeksi, pengesahan lembaga budaya, alat pendidikan, serta
sebagai alat pengawas norma masyarakat Melayu Siak.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:57:25Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah