PENGARUH PENGGUNAAN ZEOLIT ALAM SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN AC-BC DITINJAU DARI NILAI VITM
Saleh, Alfian
Indonesia memiliki kekayaan sumber alam yang tinggi, termasuk sumber mineral yang
menjadi bahan baku perkerasan jalan. Pemanfaatan sumber alam berupa bahan baku
perkerasan jalan masih belum banyak dikembangkan, terlebih kaitannya untuk
mengatasi permasalahan kerusakan dini pada perkerasan jalan. Aspal Pen. 60/70 dan
zeolit alam merupakan salah satu kekayaan alam yang bisa digunakan, namun penelitian
terkait kedua bahan tersebut masih belum banyak dilakukan. Penggabungan kedua
bahan dalam pengujian dilakukan dengan perancangan benda uji menggunakan 5 variasi
kadar filler, yaitu variasi 1 (100% debu batu : 0% zeolit alam), variasi 2 (75% debu batu
: 25% zeolit alam), variasi 3 (50% debu batu : 50% zeolit alam), variasi 4 (25% debu
batu : 75% zeolit alam) dan variasi 5 (0% debu batu : 100% zeolit alam). Kemudian dari
nilai KAO yang didapat dilakukan pengujian Marshall untuk mendapatkan nilai VITM.
Dan didapat hasil bahwa semakin tinggi kadar aspal, maka nilai VITM akan semakin
menurun. Artinya semakin tinggi kadar aspal, maka rongga dalam campuran akan
berkurang. Hal ini terjadi karena penambahan aspal membuat rongga udara yang ada
semakin berkurang karena terisi oleh aspal.
Kata Kunci : Aspal Pen.60/70, Marshall, Nilai VITM, Zeolit Alam
menjadi bahan baku perkerasan jalan. Pemanfaatan sumber alam berupa bahan baku
perkerasan jalan masih belum banyak dikembangkan, terlebih kaitannya untuk
mengatasi permasalahan kerusakan dini pada perkerasan jalan. Aspal Pen. 60/70 dan
zeolit alam merupakan salah satu kekayaan alam yang bisa digunakan, namun penelitian
terkait kedua bahan tersebut masih belum banyak dilakukan. Penggabungan kedua
bahan dalam pengujian dilakukan dengan perancangan benda uji menggunakan 5 variasi
kadar filler, yaitu variasi 1 (100% debu batu : 0% zeolit alam), variasi 2 (75% debu batu
: 25% zeolit alam), variasi 3 (50% debu batu : 50% zeolit alam), variasi 4 (25% debu
batu : 75% zeolit alam) dan variasi 5 (0% debu batu : 100% zeolit alam). Kemudian dari
nilai KAO yang didapat dilakukan pengujian Marshall untuk mendapatkan nilai VITM.
Dan didapat hasil bahwa semakin tinggi kadar aspal, maka nilai VITM akan semakin
menurun. Artinya semakin tinggi kadar aspal, maka rongga dalam campuran akan
berkurang. Hal ini terjadi karena penambahan aspal membuat rongga udara yang ada
semakin berkurang karena terisi oleh aspal.
Kata Kunci : Aspal Pen.60/70, Marshall, Nilai VITM, Zeolit Alam
Detail Information
- Publisher
- Teknik
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-12-03T03:42:39Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah